Catatan untuk Penulis

Catatan dari seorang guruku untuk semua penulis:
Terima kasih kepada para penulis yang mau merangkap sebagai marketer, promotor bahkan seller buku-bukunya. Kerja penulis tak lagi berhenti sampai buku terbit. Kecuali jika dia ingin bukunya menumpuk di gudang, dan tidak dicolek lagi oleh penerbitnya. Penerbit memang dipastikan punya orang-orang promosi, marketing, dan penjual buku yang hebat. Tapi menyerahkan begitu saja kepada penerbit sudah bukan masanya lagi. Apalagi jika buku kita diterbitkan di penerbit besar yang volume judulnya tinggi. Belum lagi makin kejamnya peraturan toko buku yang memberi batas minimal buku kita harus laku dalam sebulan. Jika tidak, dikembalikan!

Sebagian besar teman penulis di sini sudah melakukan langkah dengan baik. Memasang PP di FBnya, woro-woro di setiap grup yang diikuti (walau sebagian masih belum PD nge-wall di grup yang bukan tentang dunia literasi), bahkan sebagian besar rela ikutan jualan dengan memanfaatkan diskon harga penulis.
Jangan malu untuk promosi ke teman-teman sekolah dulu, teman anak-anak kita, teman-teman keponakan kita. Manfaatkan media jaringan sosial untuk promosi buku kita dengan cara yang elegan, entah di FB, twitter sampai ke BBM. Buatlah terobosan cara-cara agar buku kita dikenal dan diketahui banyak orang.

Energi yang dieprlukan memang tidak sedikit. Karenanya saya berharap, upaya itu terus dilakukan bahkan sampai buku terakhir kita di toko buku. Jangan hanya dua-tiga hari buku kita terbit. Apalagi bagi yang terbilang produktif, terkadang buku baru datang, buku sebelumnya yang hanya selisih satu-dua inggu boro-boro dingatnya.

Cobalah saling mereview. Ada komunitas Godreads yang bisa diikuti. Masuki juga komunitas anak-anak, karena merekalah sasaran utama buku kita. Untuk buku yang memerlukan keputusan orangtua dalam membelinya, lakukan juga info produk di komunitas orangtua.
Salam,
Benny Rhamdany
Chief Editor Mizan

Post a Comment